Senin, 11 April 2016

Surat cinta untuk Suamiku....

Hari ini,,,, tepat satu bulan lalu dengan angka tanggal yang sama, 11 Maret 2016, kita sama-sama berjanji dihadapan Allah SWT dan disaksikan banyak orang-orang yang menyayangi kita, untuk memulai babak baru dalam kehidupan kita, dirimu dan aku.


  Suamiku,, orang yang meyakinkanku dengan “cara-mu”, kamu romantis dengan caramu, kamu lucu dengan gayamu, keseriusanmu dengan tindakanmu. Sejak 13 Januari 2014 aku mengenalmu, km konsisten, meski aku sering menganggap tak serius. Jika banyak yang bilang aku luluh, iyah aku luluh olehmu. Kamu yang berbicara sama dengan apa yang kamu bicarakan didepan maupun dibelakangku. Terkadang suka bikin sebel juga siihh,,, abisnya usiill. >o<
Gak terasa,, sudah 1 bulan sejak resepsi sederhana yang kita rancang bersama.  Masih panjang sayang perjalanan kita,, insyaAllah kita menua bersama J

Suamiku,,, terimakasih atas segalanya yang tidak bisa aku jabarkan satu-persatu. Terlalu panjang kisah yang kita lalui jika diceritakan. Biarlah nanti cerita kita hingga mencapai tahap ini menjadi bahan perbincangan dengan anak-anak kita kelak. 
 
Seperti yang selalu kamu bilang, "satu hal yang harus kita ingat sayang, hebat dan kuat bersama!"  Yap! J

I Love You, Suamiku.. :*

Rabu, 06 Mei 2015

Ternyata begini tata cara Aqiqahan di Minangkabau :)

Beberapa hari yang lalu. Tepatnya pada hari Jum’at, 1 Mei 2015, dirumah sedang melangsungkan acara aqiqahan anak dari abang (saudara laki-laki saya). Acara aqiqahan dilaksanakan pada saat bayi berumur 7 hari. Selain untuk melaksanakan sunnah, aqiqahan juga sebagai acara untuk memperkenalkan nama sang bayi kepada banyak orang. Jujur baru pertama kali saya menyaksikan acara aqiqahan menurut adat Minangkabau, dari awal hingga akhir acara dalam situasi saya sudah “ber-akal”.
Anak perempuan abang diberi nama “Adeeva Myesha Qatrunnada”. Nama yang memiliki makna dan harapan agar perempuan kecil tersebut menjadi karunia Allah SWT yang kelak disenangi banyak orang dan mententramkan sekelilingnya.
Kali ini saya akan berbagi tentang rangkaian acara aqiqahan di Minangkabau, berdasarkan apa yang dilakukan dikeluarga saya.


Pada dasarnya, rangkaian acara aqiqahan sama saja. Mengundang seorang ustad untuk memimpin doa, menyemblih hewan sesuai persyaratan aqiqahan, potong rambut sang bayi, berdoa bersama untuk keselamatan bayi, dan diakhiri dengan makan bersama, untuk mempererat silahturahmi.
Karena anaknya Abang adalah bayi perempuan, maka menurut syariat islam, syarat melaksanakan aqiqah bagi anak perempuan adalah menyemblih 1 ekor kambing.
Ibuku, khususnya, begitu antusias menyambut kehadiran bayi perempuan yang kami panggil Adeeva tersebut, apalagi dalam mempersiapkan hantaran dari keluargaku untuk acara ini. Maklum yah cucu pertama dari anak kandungnya. Dalam hal ini kami, menurut adat Minangkabau, keluarga bapak si bayi (bahasa Minang = Bako), datang ke acara aqiqahan dengan membawa berbagai macam “bawaan”. Dahulu bawaan dari bako dibawa diatas kepala. Satu orang membawa satu baki/tampah dan berjalan kaki sambil membentuk satu barisan. Namun pemandangan seperti itu sekarang mulai jarang dijumpai. Mungkin karena jarak antara rumah si anak dengan Bako’nya cukup jauh. Jadi yang dahulunya jalan kaki, sekarang rombongan menggunakan kendaraan.
Ibuku bilang hantaran yang harusnya ada pada saat Bako datang ke acara aqiqahan adalah kelapa muda, nasi kuning, nasi ketan (bareh lamak) yang dibumbui kelapa yang dicampur gula aren, opor ayam tanpa dipotong-potong, kueh, puding,  kain panjang, handuk, perlengkapan bayi dan beberapa hal lainnya seperti emas.
Acara aqiqah menjadi sedikit berbeda ketika bercampur dengan kebiasaan atau kebudayaan setempat. Yah beginilah tata cara ditempatku, tanah Minang. Namun hal ini tidak mempengaruhi makna dan hukum-hukum aqiqahan yang ada. Karena di tanah Minang sangat menganut kata “adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah”. Jadi apapun bentuk ritual yang ditambahkan, tetap berpedoman pada syariat-syariat yang ada. insyaAllah J
Beberapa hal yang bercampur dengan unsur budaya yang ada di tanah Minang. Misalnya saja, daging kambing yang disemblih sebagai syarat utama pelaksanaan aqiqahan dimasak dalam bentuk gulai, gulai kare dengan campuran bermacam-macam bumbu dan santan yang sangat kental. Siapa yang tidak kenal dengan masakan Minang, kaya akan segala rupa bumbu, salah satunya masakan ini. Kalau soal rasa, tidak perlu diragukan lagi, enaknya luarr biasa (menurut saya).
Hal yang paling diingat bahwasanya orang tua bayi, hanya boleh memakan olahan daging aqiqahan sebanyak satu kali, tidak boleh lebih. Alasannya karena daging yang disemblih sebaiknya dibagi-bagikan kepada tetangga, orang-orang yang dirasa perlu menerima makanan tersebut.
Prosesi selanjutnya yaitu potong rambut. Memang tidak harus menggunduli rambutnya. Namun ada sebagian wilayah yang mengharuskan menggunduli rambut si anak, dengan alasan bahwa rambut yang ada sejak lahir dianggap rambut yang masih kotor, dan alasan lainnya agar nanti rambut yang tumbuh menjadi lebih lebat. Terlepas dari hal itu, yang baru aku ketahui, rambut bayi yang dipotong ditimbang beratnya, kemudian berat rambut yang dipotong tersebut di konversikan dengan harga emas, maka orang tua bayi harus membayar sedekah sebanyak itu. Ya aku akui baru mengetahui tentang aturan tersebut. Wajib atau tidak wajib menurut ajaran Islam, menurut saya itu aturannya cukup baik.
Setelah rambut bayi dipotong, kemudian sang ustad memasukan garam, gula, cabe, dan bumbu-bumbu lainnya kedalam mulut si anak secara bergantian. Hal ini memiliki makna, agar nantinya si anak bisa melewati segala rasa kehidupan dengan baik.
Tapi bagaimana kalau aqiqahannya dilaksanakan ketika sang anak sudah dewasa? Mungkin dilain kesempatan saya akan menjawab pertanyaan seperti ini.
Selesai sudah rangkaian acara aqiqahan. Acara dilanjutkan dengan makan bersama. Makan bajamba namanya, dimana semua nasi, lauk dan sayur sudah disusun rapi, dan semuanya menimati makanan dengan duduk dilantai, tidak ada meja ataupun kursi. Hal ini bermakna, bahwasanya siapapun bisa makan dan berkumpul bersama tanpa ada pandangan terhadap status sosial.

Begitulah rangkaian acara aqiqahan ditempatku, bagaimana ditempatmu?? J


Kamis, 30 April 2015

Jadi guru meski tak memiliki ruang kelas, kenapa tidak?? :)

Sayyidina Ali bin Abi Talib “ menulis itu pakai hati, maka tulisan Anda akan diterima dengan hati
Tergelitik kembali untuk menulis mendengar kutipan tersebut. Sore ini widiyaswar diklat yang saya ikuti dilanjutkan oelh seorang wanita. Dari cara bicaranya terlihat beliau adalah orang yang bersemangat. Benar saja, setiap tutur kata yang beliau ucapkan, ringan, membuat saya cepat paham maksud ucapannya. Dalam hati saya berucap “ya Allah, kenapa baru sekarang beliau muncul ditengah-tengah kami yang sedang dilanda kantuk”. Hehe, sedikit nakal, tapi jujur, dari pagi materi pelatihan terasa sangat berat dan membuat kantuk. Meskipun sesekali saya mencoba mengajukan pertanyaan untuk memecah rasa kantuk tersebut.

Ya kembali lagi. Bu Nia sapaan akrab wanita itu. Sebagai reporter profesi yang pernah digelutinya, membuatnya lebih santai hadir didepan orang. Satu hal yang ditekan kan olehnya, yaitu “menulis itu jangan sampai terlalu berfikir untuk mengubah dunia, tapi tulislah apa yang kamu pahami dan ketahui, karena dengan menulis membuatmu menjadi guru, iya, guru tanpa kelas”. Ceritanya, dulu beliau bercita-cita menjadi seorang guru, namun tuntutan kebutuhan, penghasilan sebagai seorang guru tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya. Kesempatan yang ada pada saat itu, menjadi seorang reporter menjadi profesi yang bisa diandalkan. Lama-lama menggeluti profesi itu, beliau menyadari bahwa dengan profesinya tersebut bisa mewujudkan mimpinya menjadi guru. Guru tak ber-ruang kelas lewat tulisan. Obrolan yang menginspirasi meskipun dalam waku singkat.

So.. masihkah malas menulis?? 

Senin, 30 Juni 2014

Kali ini saya ingin berbagi mengenai pengolahan data pasut, pengolahan data pasut ini menggunakan file SLPR2. file ini dapat Anda unduh secara gratis!!


Tahap2 mengolah data Pasut
----------------------------
Melakukan convert data 
1. Copy File slpr2 ke direktori C:\
2. Cek Format Data pada File [nama_file].DAT dengan DTDCNV pada folder DIN
3. Ubah/Tambah list stasiun pada data (stasiun Moramo, stasiun 400, kemudian isikan koordinatnya)
4. lakukan convert data dengan menggunakan file DTDCNV pada Folder UTIL
   melalui command promt
   posisi direktori di folder DAT sehingga c:\slpr2\DAT
   kemudian panggil file DTDCNV dengan c:/slpr2/UTIL/DTDCNV -- enter -- enter
   filename input data : Moramo.DAT
   file versi : A
   Stasiun : 400
   Time zone : 120E
   jika berhasil maka akan muncul file WA40014 pada folder DAT, selanjutnya hapus file Temp.DAT pada folder DAT
 
Setelah WA0014, kemudian lakukan analisis harmonik


Analisis Harmonik
1. Masuk ke Folder slpr2-TIDE - ANA  ---- perhatikan buka melalui command promt dan ketikan TIDEANL P1
2. nanti hasil akhirnya muncul di folder TIDE - HARM = HARM400
   0118032014 : format mulai
   2318042014 : format akhir
!!! semua tulisan dipisahkan dengan spasi di STAINFOnya

Prediksi Pasut
1. Masuk ke Folder PRD --- c:/slpr2/TIDE/PRD/TIDEPRD
2. Tuliskan di Command Prompt
   TIDEPRD P1 P2 P3 P4 P5 P6
  p1 = Versi File untuk keluaran file prediksi pasut (A)
  p2 = stasiun Pasut yang diolah (Moramo=400)
  p3 = 2 digit terakhir tahun
  p4 = zona waktu referensi pada prediksi
  p5 = form prediksi
0 : high-low listing
1: equally spaced (hourly) values
  p6 = 18 tahun (1800-1899), 19 tahun (1900-1999), 20 tahun (2000-2099)
3. Sehingga Ditulis
   c:/slpr2/TIDE/PRD>TIDEPRD A 400 14 120E 0 20
4. Lakukan prediksi berulang hingga 20 tahun prediksi
   dalam hal ini tahun 2014 - 2032
5. file output ada di folder slpr2-PRD

Kamis, 19 Juni 2014


SEDERHANA, TAPI LUAR BIASA


Situasi, pertemuan, serta obrolan pagi hari itu menurut saya sangat menarik untuk diceritakan kembali. Seminggu yang lalu ketika sarapan di ruang makan hotel ternama di Jakarta Pusat bersama 2 orang pimpinan di Instansi Saya. Kenapa saya bisa ikut serta pagi itu dengan beliau-beliau yang hebat?? Mungkin disesi lain akan saya ceritakan. Tapi sungguh beruntung sekali rasanya, tidak hanya obrolan mengenai pekerjaan dikantor, dalam kesempatan tidak formal ini saya seperti disuguhi pelajaran hidup oleh Bapak dan Ibu yang sedang duduk sambil menikmati menu sarapan pagi di di hadapan saya. Saya biasa memanggil beliau-beliau dengan nama Pak Adi dan Bu Ida. Makan sambil berbicara sebenarnya tidak sehat, namun hal ini adalah kesempatan untuk menciptakan kehangatan dalam hubungan bersosialisasi dengan orang-orang sekitar, dan itulah yang saya lakukan bersama beliau. Beliau-beliau adalah dua orang hebat dengan jiwa yang hebat pula. Ditengah-tengah obrolan ringan di pagi itu, tiba-tiba handphone Pak Adi berbunyi, tanda ada pesan singkat melalui Whatssapp masuk.
Bapaknya membaca pesan itu dan kemudian menunjukan layar HPnya ke hadapan saya dan Bu Ida. Isinya singkat, cuma kata “I Love You, Abi”.
Jadi ceritanya begini, pesan itu dari anaknya yang di post di grup Whatssapp keluarga Pak Adi. Penghuni grup itu tentunya Pak Adi, Istri, dan 2 orang anaknya. Jadi Pak Adi selalu membangun komunikasi dengan seluruh keluarganya, dirumah maupun diluar rumah. Satu hal yang paling aku ingat adalah beliau membangun kebiasaan dikeluarga untuk mengucapkan kata “I Love You”, kata yang mudah sekali bukan. beliau juga menyampaikan bahwa memang terkadang orang Indonesia sulit untuk mengekspresikan rasa peduli, sayang ataupun kagum kepada orang lain. Kemudian beliau bercerita panjang ketika menunjukan pesan singkat dari anaknya tersebut. Bagaimana sebuah keharmonisan tersebut bisa saja terjadi meskipun jarang bertatap muka secara langsung. Kedekatan secara emosional bisa saja diungkapkan dengan cara apapun, karena apa? Karena beliau menyadari sedikitnya waktu beliau untuk berinteraksi langsung dengan anak-anaknya. Pada sedikit kesempatan beliau tidak serta merta melewatkan waktu kebersamaan dengan anaknya. Ya…sosok bapak yang sungguh bijaksana dan hangat tentunya ketika melihat sosok beliau. Tentu saja Pak Adi tidak berjalan sendiri, ada istri yang selalu menyemangatinya. Selain itu beliau juga bercerita ketika dulu belum mempunyai anak. Pekerjaan rumah yang kebanyakan orang bilang harus dikerjakan seorang istri, beliau ikut mengerjakan. Mencuci piring, mencuci pakaian serta beres-beres rumah dengan senang hati beliau kerjakan. Hal ini terlihat dari cara beliau bercerita kepada saya. Beliau sendiri menegaskan “bukan berarti pria tidak pernah menyentuh urusan rumah, bahkan itu harus” sambil tersenyum. Tiba-tiba ingat rumah, meski kita tidak punya grup Whatssapp seperti keluarga Pak Adi, tapi orang tua saya bisa membangun komunikasi yang baik dengan kami anak-anaknya J

Jumat, 28 Maret 2014

Siapa-pun kalian, darimana-pun asal kalian..
disini kita satu untuk tujuan yang satu
Saudara seperjuanganku, 
aku percaya kita mampu menjadi TEAM yang baik
Jalesveva Jayamahe!!!!


PERTAMAX dan PREMIUM

Entah kenapa pagi ini serasa ingin bekomentar saja dengan situasi di POM Bensin yang berada tidak jauh dari rumah saya. Biasanya saya berusaha mengisi kembali tanki motor ketika sore hari atau malam. Yah...pagi ini ingin tau saja bagaimana situasi di POM Bensin. haha gak penting memang. :D
Dari situasi yang saya lihat, satu kata yang ingin saya sematkan "tidak teratur". Sebenarnya tidak ada bedanya situasi di pagi hari, sore maupun malam hari. Antrian kendaran roda 2 dan roda 4 juga sama saja tempatnya. Bagi pelanggan yang ingin mengisi bahan bakar minyak jenis premium ataupun pertamax juga tidak ada bedanya, berarti pelanggan yang hendak membeli bahan bakar jenis pertamax harus rela ikut antrian panjang. saya baru merasakan hal ini di Kota ini. hehe entahlah dikota lain yang belum pernah menjadi domisili saya apakah berlaku hal yang sama??
 Jika dilihat dari segi biaya jauh berbeda antara dua jenis bahan bakar ini, biasanyapun harga berbanding lurus dengan pelayanan, entahlah saya berhak membuat pernyataan seperti ini, tapi ini hanya sebuah pendapat dari situasi yang cukup menggelitik saya. okeh sudahlah gak penting ocehan saya diatas, Sebenarnya saya ingin mengulas sedikit perbedaan antara bensin pertamax dengan bensin premium. Menurut pendapat pribadi saya sih, menggunakan pertamax dari segi pemakaian rasanya mesin lebih enteng dibandingkan dengan menggunakan premium. mari kita teliti dari segi kandungan masing-masingnya. Pertamax memiliki kandungan oktan 92 sedangkan premium memiliki kandungan oktan 82. Oktan merupakan besaran untuk menunjukan tekanan maksimum yang bsa diberikan kedalam mesin sebelum mesin terbakar secara spontan. Nah pembakaran spontan ini sebaik mungkin dihindari dengan angka oktan yang tinggi agar tidak terjadi ngglitik atau knocking pada mesin Anda.
Kemudian dari segi hasil pembakaran yang dihasilkan yakni premium menghasilkan NOx dan COx yang lebih banyak dibandingkan dengan pertamax, atau dengan kata lain premium memiliki kadar polusi yang lebih tinggi daripada kendaraan bermotor yang menggunakan pertamax. Untuk peforma mesin sebenarnya disesuaikan dengan ketentuan kebutuhan mesin. Jika kendaraan Anda membutuhkan asupan pertamax namun Anda memberikan bahan bakar premium maka peforma mesin kendaraan Anda akan menurun dan mesinnya lebih cepat berkarat. Sebaliknya, jika mesin kendaraan Anda membutuhkan asupan premium namun diisi dengan pertamax, maka mesin kendaraan Anda akan lebih awet dan terjaga kualitasnya. Sebenarnya semua tergantung Anda dan sesuaikan dengan keadaan keuangan Anda. Jika Anda tergolong orang yang memiliki penghasilan menengah keatas sebaiknya menggunakan bahan bakar pertamax untuk kedaraan bermotor Anda. Jangan sampai mengambil hak saudara kita yang lebih membutuhkan. karena premium hasil subsidi dari Anggaran Negara. hal terpenting lainnya, HARUS TERTIB dalam mengantri. hehe
semoga ocehan saya ini bermanfaat ya...