Sayyidina Ali
bin Abi Talib “ menulis itu pakai hati,
maka tulisan Anda akan diterima dengan hati”
Tergelitik kembali
untuk menulis mendengar kutipan tersebut. Sore ini widiyaswar diklat yang saya
ikuti dilanjutkan oelh seorang wanita. Dari cara bicaranya terlihat beliau
adalah orang yang bersemangat. Benar saja, setiap tutur kata yang beliau ucapkan,
ringan, membuat saya cepat paham maksud ucapannya. Dalam hati saya berucap “ya
Allah, kenapa baru sekarang beliau muncul ditengah-tengah kami yang sedang
dilanda kantuk”. Hehe, sedikit nakal, tapi jujur, dari pagi materi pelatihan
terasa sangat berat dan membuat kantuk. Meskipun sesekali saya mencoba
mengajukan pertanyaan untuk memecah rasa kantuk tersebut.
Ya kembali
lagi. Bu Nia sapaan akrab wanita itu. Sebagai reporter profesi yang pernah
digelutinya, membuatnya lebih santai hadir didepan orang. Satu hal yang ditekan
kan olehnya, yaitu “menulis itu jangan sampai terlalu berfikir untuk mengubah
dunia, tapi tulislah apa yang kamu pahami dan ketahui, karena dengan menulis
membuatmu menjadi guru, iya, guru tanpa kelas”. Ceritanya, dulu beliau
bercita-cita menjadi seorang guru, namun tuntutan kebutuhan, penghasilan
sebagai seorang guru tidak cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-harinya. Kesempatan
yang ada pada saat itu, menjadi seorang reporter menjadi profesi yang bisa
diandalkan. Lama-lama menggeluti profesi itu, beliau menyadari bahwa dengan
profesinya tersebut bisa mewujudkan mimpinya menjadi guru. Guru tak ber-ruang
kelas lewat tulisan. Obrolan yang menginspirasi meskipun dalam waku singkat.
So.. masihkah
malas menulis??

Las Vegas-style, $100 table poker room - DRMCD
BalasHapusLas Vegas-style, $100 table poker 부산광역 출장마사지 room. One of the oldest casino poker rooms in 김포 출장마사지 the world. 통영 출장마사지 Las Vegas-style, 군포 출장마사지 $100 용인 출장안마 table poker room.